Tahura Sultan Adam Mandiangin

Luas lebih kurang 2000 Ha sebagian terdiri dari kawasan Hutan Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat, tempat dimana bukit Mandiangin, bukit besar, gunung pandamaran, gunung Pamaton dll More »

Sunset Bukit Batu Besar

View dikala matahari terrbit dari puncak Bukit Besar Tahura Sultan Adam Mandiangin More »

Sisi Bukit Batu Besar

View sisi Bukit Batu Besar di pagi hari dimana masih tampak sebagian besar alang-alang sebagai tantangan kami untuk menggantinya dengan hijauan baru berupa pepohonan More »

Sungai Mandiangin

Sungai utama di kawasan Tahura Sultan Adam Mandiangin. Di sungai ini terdapat air terjun Mandiangin sebagai obyek yang sering dikunjungi oleh pengunjung Tahura Sultan Adam More »

Sungai Kahung

Sungai yang terdapat di hutan lindung Riam Kanan sebagai bagian dari kawasan Tahura Sultan Adam. Sungai ini sangat menawan sayangnya masih cukup jauh untuk dijangkau oleh wisatawan pada umumnya. More »

 

duta tahura sultan adam tahun 2017

Dalam rangka menumbuhkan serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat secara berkelanjutan untuk berperan serta dalam upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, maka salah satunya langkah kongkrit yang ditempuh Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Selatan adalah membentuk Duta Tahura dengan melibatkan anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

Keberadaan Duta Tahura yang terdiri dari anak-anak SD dan SLTP ini akan sangat membantu untuk menumbuhkan secara dini kesadaran cinta terhadap konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.

Duta Tahura dibentuk dengan tujuan menjadi pelopor dalam membangun dan meningkatkan kesadartahuan, kepedulian dan peran serta masyarakat dalam konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem.  Terutama bagi mereka yang tinggal dan bersosialisasi dikawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.

Sasaran kegiatan Duta Tahura secara langsung adalah siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sederajat dan secara tidak langsung adalah para dewan guru, orang tua siswa, anggota keluarga dan masyarakat yang berada didalam dan sekitar Tahura Sultan Adam pada khususnya dan masyarakat Kalimantan Selatan pada umumnya.

TIRTA WISATA PULAU PINUS 2

Pulau Pinus 2 merupakan sebuah pulau di tengah waduk riam kanan terbentuk karena pembuatan bendungan PLTA  Riam Kanan pada tahun 1970 seluas 1 Ha. Sejarahnya, Pulau pinus 2 di era tahun 1978 dijadikan lokasi persemain untuk mendukung program reboasasi di hutan lindung Riam Kanan dengan jenis tanaman pinus (Pinus merkusii) maka terbentuklah tegakan pohon pinus di pulau tersebut yang selanjutnya orang menyebut pulau pinus 2.

Saat ini Pulau Pinus menjadi destinasi wisata air (tirta wisata) di kawasan Danau Riam Kanan, di hari hari libur banyak wisatawan yang berlibur di Pulau Pinus 2 hanya sekedar

untuk menikmati sejuk dan segarnya udara serta menikmati pemandangan danau riam kanan yang indah serta bermain di pantai Pulau Pinus 2 yang indah dan airnya bersih, bagi yang suka berselfiria bisa memanfaatkan backgroundnya jembatan kayu sepanjang 100 meter yang membentang dari daratan ke Pulau Pinus 2.

Untuk menuju ke Pulau Pinus 2 dari Kota Bajarbaru bisa menggunakan  kendaraan roda 4 atau 2  sejauh 25 km atau 45 menit ke Pelabuhan Riam Kanan Desa Tiwingan Lama Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, selanjutnya dari Pelabuhan Riam Kanan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan air / Kelotok menuju Pulau Pinus 2 ditempuh selama setengah jam. (Red. Irt)

 

MUSIK PANTING DI TAHURA MANDIANGIN

Tidak seperti biasanya, Sabtu (25/12), alunan musik panting  menggema di wisata alam Tahura Sultan Adam Mandiangin. Musik tradisional Banjar tersebut dimainkan oleh 7 orang personil,  merupakan kolaborasi yang baik antara guru, siswa dan karyawan SDN SN Antasan Besar 7 Banjarmasin.
Para pengunjung banyak yang terhibur dan berharap musik panting atau budaya Banjar lainnya pada event-event tertentu terutama pada saat hari libur dapat ditampilkan lagi. Akhmad seorang pengunjung asal Balikpapan Kaltim yang sengaja mengisi liburan panjang di Tahura mengungkapkan kekagumannya dengan penampilan komunitas ini. Beberapa karyawan Tahura dengan semangat mempopulerkan dan melestarikan kearifan dan budaya lokal pun terlihat antusias nenyumbangkan beberapa lagu.
Alila, pengelola kegiatan Musik Panting di SDN SN Antasan Besar 7 Banjarmasin merasa senang bisa tampil di Tahura. Alila yang juga memegang kegiatan ekstrakurikuler siswa berharap dapat diberikan kesempatan lagi tampil menghibur para pengunjung. “Liburan tahun baru nanti kami ingin tampil all out di sini.”, katanya.

KUNJUNGAN KERJA DPR RI KOMISI IV DI TAHURA SULTAN ADAM

Komisi IV DPR RI pada tanggal 20 Desember 2016 masa reses melaksanakan kunjungan ke Tahura Sultan Adam Mandiangin di sela-sela kunjungannya ke Provinsi Kalimantan Selatan. Mereka disambut oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S. Hut, MP beserta jajarannya dan Kepala UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kalimantan Selatan beserta jajarannya. Pada kesempatan tersebut Komisi IV DPR RI memberikan informasi dan akan memfasilitasi dalam pembangunan Tahura Sultan Adam yang memiliki fungsi utama sebagai kawasan konservasi, termasuk dalam meningkatkan pengelolaan potensi wisatanya sehingga dapat menjadi destinasi tujuan wisata tanpa mengabaikan fungsi dasar Tahura Sultan Adam sebagai kawasan konservasi. Dalam kegiatan yang dipusatkan di Plaza Tahura Sultan Adam tersebut Komisi IV DPR RI juga menyempatkan melakukan kegiatan penanaman beberapa jenis tanaman seperti Trembesi, Pala, Rambutan dan sebagainya, meninjau kegiatan penangkaran Rusa Sambar dan serta meninjau hasil kegiatan penanaman HMPI Tahun 2015 yang pada saat itu di hadiri oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo.

MALAM KEAKRABAN FAKULTAS KEHUTANAN ULM BANJARBARU

Fakultas Kehutanan ULM Banjarbaru akan mengadakan kegiatan Malam Keakraban. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan 22 Desember 2016 ini akan diikuti oleh sekitar 150 orang yang berasal dari mahasiswa Fakultas Kehutanan ULM Banjarbaru. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Lapangan II, Mandiangin. Semoga kegiatan yang akan dilaksanakan berjalan sukses dan para peserta bersedia datang kembali ke Mandiangin untuk menikmati keindahan alam.

salah satu anggota mapala belajar menggunakan alat pemadam kebakaran hutan

praktek lapangan kegiatan bina cinta alam

pelatihan singkat bina cinta alam mapala/orpala di tahura sultan adam mandiangin

persiapan sebelum mengikuti praktek penggunaan alat pemadam kebakaran hutan

PELATIHAN SINGKAT BINA CINTA ALAM BAGI MAPALA/ORPALA TAHUN 2016

Komunitas Mapala/Orpala yang berasal dari Banjarbaru, Martapura, Banjarmasin dan sekitarnya memiliki kegiatan rutin dengan memanfaatkan lokasi di Mandiangin. Kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan antara lain mulai dari sekedar jalan-jalan menikmati berbagai potensi yang ada di Tahura Sultan Adam pengkaderan, sampai kegiatan yang mengarah kepada kepedulian terhadap kelestarian dan keasrian Tahura Sultan Adam. Tidak kurang dari 30 komunitas Mapala/Orpala memiliki kegiatan rutin ini. Komunitas ini menjadi suatu potensi besar yang dapat diberdayakan dalam pengelolaan Tahura Sultan Adam. Oleh karena itu perlu dilakukan pembinaan sehingga kehadiran mereka memberikan kontribusi yang nyata dan positif dalam pengelolaan Tahura Sultan Adam yang salah satunya terakomodir dalam Kegiatan Pelatihan Singkat Bina Cinta Alam Bagi Mapala/Orpala Tahun 2016 yang dilaksanakan pada 6 Desember 2016 di Gedung Pusat Informasi Tahura Sultan Adam Mandiangin.

Dalam pengelolaan Tahura Sultan Adam diperlukan peran serta aktif komunitas yang tergabung dalam komunitas Mapala/Orpala. Dalam pengarahannya Kepala Tahura Sultan Adam Ir. H. M. Supiani, MP mengharapkan agar komunitas Mapala/Orpala tidak hanya bisa berkunjung, memainkan gitar atau sekedar menikmati keindahan dan berbagai potensi yang ada di Tahura Sultan Adam. Lebih dari itu sudah semestinya mereka memberikan kontribusi nyata, apakah dalam bentuk dalam bentuk menanam dan memelihara tanaman, membantu memadamkan kebakaran, membantu perang sampah yang dari waktu ke waktu semakin banyak tidak seimbang dengan jumlah petugas kebersihan yang ada di Tahura Sultan Adam dan sebagainya.

Pada pelatihan singkat ini yang digelar selama 1 hari ini, yang dihadiri 30 orang peserta dari Mapala/Orpala yang berada di Banjarbaru, Martapura, Banjarmasin dan sekitarnya akan diberikan pembekalan singkat mengenai Tahura Sultan Adam dengan berbagai potensi dan permasalahan yang harus diselesaikann dalam rangka mempertahankan fungsi konservasi, mengenai bagaimana mengelola kawasan konservasi, mengenai bagaimana teknik pemadaman kebakaran yang nanti jika memungkinkan juga akan dilanjutkan dengan demonstrasi peralatan pemadaman. Secara khusus Nara Sumber nara sumber dari BKSDA Kalimantan Selatan (Wedkita Ariesta, S. Hut. MAP), Daops Manggala Agni Mandiangin (Zulkarnain, SST) dan dari UPTD Tahura Sultan Adam (Ir. H.M. Supiani, MP dan Alip Winarto, S. Hut., M. Si.)

Kepala Tahura Sultan Adam juga berharap bahwa acara seperti pelatihan ini dapat dilakukan secara rutin setiap tahun, atau bahkan bisa diselenggarakan tiga atau empat kali dalam setahun. Disamping untuk menambah wawasan pengetahuan tentang upaya konservasi Tahura Sultan Adam, forum seperti ini juga dapat menjadi ajang silaturahmi, forum komunikasi, forum bertukar pikiran antar Mapala/Orpala untuk dapat merumuskan ide gagasan yang cerdas untuk mendukung pembangunan Tahura Sultan Adam dan tidak menutup memungkinkan untuk merealisasikan gagasan dan ide mulia tersebut.

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LDKS) SMK BINA BANUA BANJARMASIN

SMK Bina Banua Banjarmasin akan mengadakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai kepemimpinan dan disiplin. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 sampai dengan 20 November 2016 ini akan diikuti oleh sekitar 65 orang yang berasal dari siswa SMK Bina Banua Banjarmasin. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Lapangan II, Mandiangin. Semoga kegiatan yang akan dilaksanakan berjalan sukses dan para peserta bersedia datang kembali ke Mandiangin untuk menikmati keindahan alam.