Monthly Archives: September 2014

Cuaca Panas Akibatkan Kekeringan dan Kebakaran Hutan Meningkat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Cuaca panas beberapa pekan terakhir ini menyebabkan, kekeringan dan kebakaran hutan semakin meningkat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, setiap musim kemarau datang, dua bencana itu memang berpotensi terjadi.

Kepala BNPB Bidang Humas, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan sudah melakukan antisipasi bencana di musim kemarau, jauh sebelum musim tersebut datang.

“Kami sudah bisa mengira, kekeringan dan kebakaran dapat terjadi saat kemarau. Hanya saja, bila kami ditanya mengapa suhu bisa sangat panas, kami tak bisa memberikan jawaban, karena BMKG yang mengetahui itu,” ujarnya kepada Republika, Ahad (28/9).

Antisipasi yang dilakukan BNPB meliputi water boombing, pemadaman kebakaran, dan upaya penegakkan hukum. Kemudian untuk menghindari kekeringan, Sutopo mengaku, BNPB sudah memompa air bersih untuk masyarakat.

Ia berharap, masyarakat dapat turut membantu pencegahan bencana di cuaca panas, seperti tak melakukan pembakaran, serta mencegah pembakaran terjadi di lingkungannya.

Sistem Satu Informasi Perizinan kehutanan diluncurkan pekan depan

Palangka Raya (ANTARA News) – Pemerintah Pusat akan meluncurkan Sistem Satu Informasi Perizinan sebagai upaya menata izin penggunaan kawasan hutan di Indonesia pada Selasa depan (16/9).

“Ada tiga komponen dalam sistem yang akan diluncurkan tersebut, yakni sistem informasi terpadu, audit perizinan dan rekomendasi perizinan,” kata Asisten Ahli Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan William Palitondok Sabandar usai rapat forum koordinasi Pelaksanaan Program Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng, di Palangka Raya, Rabu.

Peluncuran sistem tersebut juga sebagai upaya mensukseskan program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD+) yang sedang dilaksanakan di Indonesia, katanya.

Presiden SBY pimpin sidang pararel KTT Iklim bidang kehutanan

New York (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Selasa (23/9) sore waktu New York atau Rabu (24/9) dinihari waktu Jakarta bersama PM Norwegia Erna Solberg memimpin pertemuan plenary 2 yang bertema tentang hutan di ECOSOC Chamber,  Markas Besar PBB.

Dalam sidang pararel yang berlangsung pada pukul 15.44 waktu setempat atau pukul 02.45 WIB tersebut Presiden Yudhoyono membuka persidangan yang kemudian diikuti oleh paparan dari PM Erna Solberg tentang pandangan Norwegia tentang pelestarian hutan dan pencegahan kerusakan hutan baik akibat pertambahan populasi dan juga perkebunan.

Dalam sesi yang dipimpin Presiden Yudhoyono itu sejumlah pembicara yang akan menyampaikan pandangannya antara lain Presiden Kongo Joseph Kabila, CEO Unilever Paul Polman, CEO Cargil David Maclenan dan CEO Golden Agry Franky Widjaya.

Sebelumnya, saat menjadi pembicara keempat dalam sidang pararel bertema National Actions and Ambitition Announcements yang dipimpin oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon di ECOSOC Chamber, Kepala negara menyampaikan mengenai langkah-langkah yang sudah diambil oleh pemerintah Indonesia dalam partisipasi untuk menghadapi perubahan iklim melalui kebijakan nasional.

Presiden SBY tegaskan implementasi REDD+ perlu libatkan semua pihak

New York (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan penerapan program pengurangan emisi melalui pencegahan deforestasi dan penurunan kualitas hutan (REDD+) memerlukan kerja sama semua pihak untuk pencapaian target.

“Pelajaran pertama untuk mendorong keberhasikan REDD+ adalah implementasi yang membutuhkan perubahan pola pikir dalam pengelolaan hutan,” kata Presiden Yudhoyono saat menyampaikan pandangan dalam Forum Indonesia REDD+ yang berlansgung di Conference Building, Markas Besar PBB New York, Rabu (24/9) pagi waktu setempat atau Kamis (25/9) dinihari waktu Jakarta.

Presiden mengatakan sudut pandang mengenai Program REDD+ tidak hanya sekedar satu pihak menerima uang dari pihak lain atas upayanya tidak menebang pohon namun lebih dari itu adalah mempromosikan pola pemikiran baru atas nilai, penggunaan dan bagaimana mengelola sumber daya alam.

Puncak Kemarau Hingga Oktober, Potensi Kebakaran di Kalimantan Makin Meluas

Jakarta – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hotspot atau titik api di Kalimantan terus mengalami peningkatan. Potensi kebakaran akan terus meluas jika tidak dikendalikan.

“Puncak kemarau diperkirakan hingga Oktober 2014 sehingga potensi kebakaran akan makin meluas jika tidak ada pengendalian,” kata Sutopo kepada detikcom, Senin(15/9/2014).

Dijelaskan Sutopo, berdasarkan data 2006-2014, pola hotspot di Sumatera dominan terjadi pada pertengahan Juni-Oktober, dan di Kalimantan pada Agustus-Oktober. Puncak hotspot adalah bulan September-Oktober. Daerah-daerah yang terbakar adalah lahan gambut yang sulit dipadamkan.

Menurut Sutopo, berdasarkan pantauan terakhir satelit Modis (Terra dan Aqua) hari ini, hotspot di Kalimantan tengah 630, Kalimantan Barat 268, dan Kalimantan Selatan 74. Sedangkan di Sumatera Selatan 281, Riau 94, Kepulauan Bangka Belitung 53, Jambi 48, dan Lampung 8.

BNPB: 99 Persen Kebakaran Hutan Karena Sengaja Dibakar

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membeberkan data mengerikan terkait kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. 99 Persen kebakaran hutan karena sengaja dibakar dan mereka tetap melakukannya meskipun musim hujan.

“Selama Februari hingga Juli, hotspot yang terjadi lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Artinya, pembakaran juga dilakukan saat musim penghujan,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jl Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2014).

Pola hotspot yang terjadi di Sumatera selalu menunjukkan peningkatan signifikan di bulan Juni-Oktober, untuk Kalimantan terjadi di bulan Agustus-Oktober. Khusus di Riau, hotspot meningkat pada bulan Februari-Maret dan memicu bencana asap.

“Bencana kebakaran hutan alami terbesar di Indonesia terjadi saat El Nino tahun 1997 lalu. Tapi sekarang 99 persen penyebabnya karena dibakar dan 70 persennya terjadi di luar kawasan hutan,” ujar Sutopo.

Langkah Pemerintah Atasi Kebakaran Hutan, dari Pencegahan Sampai Hukuman Berat

Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sudah menghanguskan puluhan ribu hektar cagar biosfer dan hutan. 99 Persen disebabkan oleh ulah manusia, namun asapnya membuat 85.000 orang terserang gangguan pernapasan dan negara tetangga pun protes hingga Presiden SBY meminta maaf.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, sebaran asap di Sumatera dan Kalimantan pada 12 September-15 September 2014 mengarah ke utara. Sementara di utara Indonesia ada negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.

“Adanya siklon Kalmaegi menyebabkan asap di Sumsel dan Riau menyebar ke Singapura dan Malaysia. Kualitas udara di Singapura menurun dari tingkat sedang menjadi tidak sehat,” ujar Sutopo di kantornya, Jl Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2014).

‎Berdasarkan pantauan satelit NOAA-18 dan MODIS pada 15 September 2014, titik hotspot masih ada dan jumlahnya mencapai ratusan. Titik-titik hotspot ini tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau dan Jambi.

“Kita lakukan antisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan hingga November 2014. Bersama TNI, Polri, Pemda dan lainnya melakukan langkah-langkah antisipasi seperti water bombing, penegakan hukum dan lainnya,” ujar Sutopo.

Tes CPNS Bisa 12 Hari

BANJARBARU – Penggunaan Sistem Computer Asisten Test (CAT) pada pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini ternyata berdampak pada pelaksanaan tes yang tidak serentak. Seperti yang terjadi pada tes CPNS Pemprov Kalsel, diperkirakan tes baru akan selesa selama 12 hari.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Thamrin mengungkapkan, dengan gambaran jumlah pelamar Pemprov Kalsel yang mencapai 6 ribu orang, maka tes akan selesai selama 12 hari. Perhitungannya, komputer yang dimiliki Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kanreg VIII Banjarmasin hanya ada 500 unit.

“Setiap peserta bisa berbeda waktu tesnya, tidak akan serentak seperti tahun lalu saat menggunakan LJK,” ungkapnya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Presiden SBY sampaikan empat kebijakan Indonesia lindungi hutan

New York (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan plenary 2 dengan tema hutan yang berlangsung di ECOSOC Chamber, Markas Besar PBB, Selasa sore waktu New York atau Rabu (24/9) dini hari waktu Jakarta menyampaikan empat kebijakan nasional pemerintah Indonesia untuk melindungi hutan dalam upaya menjaga kelesatrian alam dan iklim.

“Terdapat empat hal yang ada dalam pandangan Indonesia, berdasarkan pengalaman untuk memastikan kelestarian hutan,” kata Presiden yang juga menjadi pimpinan sidang pararel tersebut merupakan bagian dari KTT Iklim yang pada pagi harinya dibuka oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Hal yang pertama ada, Indonesia mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca 26 persen pada 2020. Dimana target itu bisa meningkat menjadi 41 persen dengan dukungan internasional.

DIKLAT DIVISI GABUNGAN 2014 IWAPALAMIKA

Pada tanggal 12 September sampai dengan tanggal 14 September 2014, IWAPALAMIKA STMIK Indonesia Banjarmasin telah mengadakan kegiatan Diklat Divisi Gabungan 2014 di Lapangan 1b, Mandiangin. Maksud dilaksanakannya kegiatan ini untuk prosedur keanggotaan IWAPALAMIKA. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalankan program kerja organisasi. Kegiatan ini telah diikuti oleh sekitar 50 orang yang berasal dari seluruh anggota IWAPALAMIKA. Terima kasih atas kedatangannya dan semoga para peserta bersedia datang kembali untuk menikmati keindahan alam di Mandiangin.