Monthly Archives: December 2016

MUSIK PANTING DI TAHURA MANDIANGIN

Tidak seperti biasanya, Sabtu (25/12), alunan musik panting  menggema di wisata alam Tahura Sultan Adam Mandiangin. Musik tradisional Banjar tersebut dimainkan oleh 7 orang personil,  merupakan kolaborasi yang baik antara guru, siswa dan karyawan SDN SN Antasan Besar 7 Banjarmasin.
Para pengunjung banyak yang terhibur dan berharap musik panting atau budaya Banjar lainnya pada event-event tertentu terutama pada saat hari libur dapat ditampilkan lagi. Akhmad seorang pengunjung asal Balikpapan Kaltim yang sengaja mengisi liburan panjang di Tahura mengungkapkan kekagumannya dengan penampilan komunitas ini. Beberapa karyawan Tahura dengan semangat mempopulerkan dan melestarikan kearifan dan budaya lokal pun terlihat antusias nenyumbangkan beberapa lagu.
Alila, pengelola kegiatan Musik Panting di SDN SN Antasan Besar 7 Banjarmasin merasa senang bisa tampil di Tahura. Alila yang juga memegang kegiatan ekstrakurikuler siswa berharap dapat diberikan kesempatan lagi tampil menghibur para pengunjung. “Liburan tahun baru nanti kami ingin tampil all out di sini.”, katanya.

KUNJUNGAN KERJA DPR RI KOMISI IV DI TAHURA SULTAN ADAM

Komisi IV DPR RI pada tanggal 20 Desember 2016 masa reses melaksanakan kunjungan ke Tahura Sultan Adam Mandiangin di sela-sela kunjungannya ke Provinsi Kalimantan Selatan. Mereka disambut oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S. Hut, MP beserta jajarannya dan Kepala UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kalimantan Selatan beserta jajarannya. Pada kesempatan tersebut Komisi IV DPR RI memberikan informasi dan akan memfasilitasi dalam pembangunan Tahura Sultan Adam yang memiliki fungsi utama sebagai kawasan konservasi, termasuk dalam meningkatkan pengelolaan potensi wisatanya sehingga dapat menjadi destinasi tujuan wisata tanpa mengabaikan fungsi dasar Tahura Sultan Adam sebagai kawasan konservasi. Dalam kegiatan yang dipusatkan di Plaza Tahura Sultan Adam tersebut Komisi IV DPR RI juga menyempatkan melakukan kegiatan penanaman beberapa jenis tanaman seperti Trembesi, Pala, Rambutan dan sebagainya, meninjau kegiatan penangkaran Rusa Sambar dan serta meninjau hasil kegiatan penanaman HMPI Tahun 2015 yang pada saat itu di hadiri oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo.

MALAM KEAKRABAN FAKULTAS KEHUTANAN ULM BANJARBARU

Fakultas Kehutanan ULM Banjarbaru akan mengadakan kegiatan Malam Keakraban. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan 22 Desember 2016 ini akan diikuti oleh sekitar 150 orang yang berasal dari mahasiswa Fakultas Kehutanan ULM Banjarbaru. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Lapangan II, Mandiangin. Semoga kegiatan yang akan dilaksanakan berjalan sukses dan para peserta bersedia datang kembali ke Mandiangin untuk menikmati keindahan alam.

salah satu anggota mapala belajar menggunakan alat pemadam kebakaran hutan

praktek lapangan kegiatan bina cinta alam

pelatihan singkat bina cinta alam mapala/orpala di tahura sultan adam mandiangin

persiapan sebelum mengikuti praktek penggunaan alat pemadam kebakaran hutan

PELATIHAN SINGKAT BINA CINTA ALAM BAGI MAPALA/ORPALA TAHUN 2016

Komunitas Mapala/Orpala yang berasal dari Banjarbaru, Martapura, Banjarmasin dan sekitarnya memiliki kegiatan rutin dengan memanfaatkan lokasi di Mandiangin. Kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan antara lain mulai dari sekedar jalan-jalan menikmati berbagai potensi yang ada di Tahura Sultan Adam pengkaderan, sampai kegiatan yang mengarah kepada kepedulian terhadap kelestarian dan keasrian Tahura Sultan Adam. Tidak kurang dari 30 komunitas Mapala/Orpala memiliki kegiatan rutin ini. Komunitas ini menjadi suatu potensi besar yang dapat diberdayakan dalam pengelolaan Tahura Sultan Adam. Oleh karena itu perlu dilakukan pembinaan sehingga kehadiran mereka memberikan kontribusi yang nyata dan positif dalam pengelolaan Tahura Sultan Adam yang salah satunya terakomodir dalam Kegiatan Pelatihan Singkat Bina Cinta Alam Bagi Mapala/Orpala Tahun 2016 yang dilaksanakan pada 6 Desember 2016 di Gedung Pusat Informasi Tahura Sultan Adam Mandiangin.

Dalam pengelolaan Tahura Sultan Adam diperlukan peran serta aktif komunitas yang tergabung dalam komunitas Mapala/Orpala. Dalam pengarahannya Kepala Tahura Sultan Adam Ir. H. M. Supiani, MP mengharapkan agar komunitas Mapala/Orpala tidak hanya bisa berkunjung, memainkan gitar atau sekedar menikmati keindahan dan berbagai potensi yang ada di Tahura Sultan Adam. Lebih dari itu sudah semestinya mereka memberikan kontribusi nyata, apakah dalam bentuk dalam bentuk menanam dan memelihara tanaman, membantu memadamkan kebakaran, membantu perang sampah yang dari waktu ke waktu semakin banyak tidak seimbang dengan jumlah petugas kebersihan yang ada di Tahura Sultan Adam dan sebagainya.

Pada pelatihan singkat ini yang digelar selama 1 hari ini, yang dihadiri 30 orang peserta dari Mapala/Orpala yang berada di Banjarbaru, Martapura, Banjarmasin dan sekitarnya akan diberikan pembekalan singkat mengenai Tahura Sultan Adam dengan berbagai potensi dan permasalahan yang harus diselesaikann dalam rangka mempertahankan fungsi konservasi, mengenai bagaimana mengelola kawasan konservasi, mengenai bagaimana teknik pemadaman kebakaran yang nanti jika memungkinkan juga akan dilanjutkan dengan demonstrasi peralatan pemadaman. Secara khusus Nara Sumber nara sumber dari BKSDA Kalimantan Selatan (Wedkita Ariesta, S. Hut. MAP), Daops Manggala Agni Mandiangin (Zulkarnain, SST) dan dari UPTD Tahura Sultan Adam (Ir. H.M. Supiani, MP dan Alip Winarto, S. Hut., M. Si.)

Kepala Tahura Sultan Adam juga berharap bahwa acara seperti pelatihan ini dapat dilakukan secara rutin setiap tahun, atau bahkan bisa diselenggarakan tiga atau empat kali dalam setahun. Disamping untuk menambah wawasan pengetahuan tentang upaya konservasi Tahura Sultan Adam, forum seperti ini juga dapat menjadi ajang silaturahmi, forum komunikasi, forum bertukar pikiran antar Mapala/Orpala untuk dapat merumuskan ide gagasan yang cerdas untuk mendukung pembangunan Tahura Sultan Adam dan tidak menutup memungkinkan untuk merealisasikan gagasan dan ide mulia tersebut.