MELESTARIKAN RUSA SAMBAR DI TAMAN HUTAN RAYA SULTAN ADAM OLeh : Alip Winarto, S. Hut. M. Si. *)

Taman Hutan Raya Sultan Adam merupakan salah satu aset besar kehutanan di Kalimantan Selatan yang perlu dikelola dan dikembangkan tanpa harus mengurangi fungsi sebagai kawasan konservasi. Salah satu kegiatan yang dapat dikembangkan adalah pengembangan obyek wisata alam yang sebelumnya pernah dirintis di  Mandiangin. Pada tahun 2010 seiring dengan berdirinya UPT Taman Hutan Raya Sultan Adam, beberapa fasilitas pendukung obyek wisata alam yang telah ada akan direnovasi kembali dan juga akan dibangun fasilitas baru seperti tracking, fasilitas outbond dan lain sebagainya disamping beberapa fasilitas lain yang diperlukan.

Disamping penambahan fasilitas dan renovasi fasilitas wisata alam yang sudah ada khususnya di Mandiangin, kegiatan penangkaran rusa yang belum pernah ada di lokasi tersebut juga dapat dipertimbangkan menjadi kegiatan alternatif yang dapat dilaksanakan. Disamping untuk menambah daya tarik bagi pengunjung dan pendidikan, penangkaran rusa ini ke depan juga dapat menjadi alternatif peningkatan taraf hidup masyarakat melalui daging dan hasil ikutan lainnya yang dihasilkan dari kegiatan penangkaran ini. Kegiatan penangkaran rusa ini dapat dilaksanakan dalam bentuk kolaborasi antara Balai Taman Hutan Raya Sultan Adam dengan masyarakat, dan tidak menutup kemungkinan juga penyandang dana dari pihak ke tiga.

Penangkaran rusa di Mandiangin ini berawal dari gagasan yang dikemukakan pada acara penanaman oleh Bank Indonesia di Desa Mandiangin pada tanggal  22 Nopember 2009 oleh Ir. H. Suhardi Atmoredjo, MM (Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan pada saat itu). UPT Taman Hutan Raya Sultan Adam yang berdiri sejak tahun 2009 diberikan ruang untuk melakukan upaya pelestarian Rusa Sambar (Cervus unicolor) melalui kegiatan penangkaran rusa. Pada kesempatan tersebut juga dikemukakan bahwa disamping untuk mendukung pengembangan wisata alam dan pendidikan, kegiatan penangkaran rusa diharapkan juga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar hutan. Hal ini juga sebagai upaya mendukung kegiatan perlindungan hutan yang tidak hanya semata-mata menggunakan cara-cara yang bersifat represif, tetapi yang penting juga bagaimana meningkatkan taraf hidup masyarakat di dalam dan di sekitar hutan. Dengan demikian masyarakat secara ekonomi juga akan mendapatkan langsung dari keberadaan Taman Hutan Raya Sultan Adam.

Rusa termasuk termasuk satwa liar yang dilindungi. Namun demikian perburuan tehadap satwa ini masih terus berlangsung dan tak terkendali, sebagai salah satu contoh adalah Rusa Sambar (Cervus unicolor). Perburuan Rusa Sambar salah satunya untuk dimanfaatkan dagingnya. Apabila perburuan rusa ini dilakukan secara terus menerus tanpa ada usaha untuk menjaga kelestariaanya, suatu saat akan mengakibatkan kepunahan. Upaya penangkaran Rusa Sambar di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam merupakan suatu langkah terobosan yang bersifat melestarikan jenis rusa dari kepunahan, sekaligus dibudidayakan dan dimanfaatkan seperti ternak lainnya.

Rusa Sambar juga merupakan sumber protein hewani dalam rangka diversifikasi konsumsi pangan serta dapat menjawab penyediaan kebutuhan terbadap komoditi daging sebagai akibat pertumbuhan penduduk, walaupun sebernarnya produk utama yang diandalkan adalah rangga muda (velvet) sebagai bahan baku obat tradisional serta sebagai sumber bibit ternak rusa di masa mendatang. Komoditas ini dapat merupakan komoditi unggulan dan tidak menutup kemungkinan dapat dijadikan sebagai salah satu sumber devisa. Rusa Sambar merupakan salah satu hewan diindungi yang melalui upaya pelestarian usaha penangkaran kemudian dibudidayakan, ternak ini dapat diambil manfaat gandanya oleh manusia secara berkesinambungan tanpa harus merusak atau memusnahkannya.

Kegiatan penangkaran rusa di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam bertujuan sebagai berikut.  Pertama, menunjang pengembangan kawasan wisata alam Taman Hutan Raya Sultan Adam dan konservasi sumber daya alam dalam rangka pelestarian jenis Rusa Sambar (Cervus unicolor) sehingga dapat diharapkan kesinambungan pemanfaatannya. Kedua, meningkatkan taraf hidup masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam. Penangkaran rusa di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam merupakan salah satu upaya pelestarian fauna yang nantinya diarahkan untuk menunjang pengembangan wisata alam dan peningkatan taraf hidup masyarakat di dalam dan di sekitar hutan.

Kegiatan penangkaran dilaksanakan pada lokasi yang terintegrasi dengan lokasi wisata alam Taman Hutan Raya Sultan Adam di Desa Mandiangin Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Pertimbangan lokasi ini adalah berkaitan dengan sumber air dan ketersediaan tenaga kerja yang akan mengelola secara langsung kegiatan penangkaran di lapangan. Penangkaran rusa ini juga memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan obyek wisata alam yang telah ada. Pengelola penangkaran rusa adalah Taman Hutan Raya Sultan Adam yang secara kelembagaan merupakan UPT Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam kegiatan operasional penangkaran rusa juga akan melibatkan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam dan pihak-pihak lain yang berkompeten di bidangnya.

Sesuai Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No. 08 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Badan Provinsi Kalimantan Selatan, telah ditetapkan bahwa Taman Hutan Raya Sultan Adam adalah merupakan UPT Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Tugas UPT Taman Hutan Raya Sultan Adam adalah melaksanakan perlindungan, perbaikan dan pemanfaatan sumber daya alam hutan lindung dan hutan wisata. Salah satu kegiatan yang dirancang dalam melaksanakan tugas tersebut adalah penangkaran rusa yang diarahkan pada kegiatan pelestarian, pendidikan dan penelitian serta budidaya.

Untuk menunjang kegiatan penangkaran rusa saat ini, Taman Hutan Raya Sultan Adam memiliki Kantor yang berlokasi di Banjarbaru dan Kantor Operasional Unit Wisata Alam Taman Hutan Raya Sultan Adam yang berlokasi di Desa Mandiangin. Kedepan akan terus dilaksanakan penambahan perlengkapan dan peralatan secara bertahap, khususnya sarana penunjang kegiatan penangkaran rusa. Sedangkan untuk operasional penangkaran saat ini telah dibangun kandang rusa dengan luas kurang lebih 0,75 Ha yang dilengkapi dengan pagar pengaman, kandang isolasi sementara, kendaraan roda 3, kolam air, tempat berteduh rusa, jaringan air, tempat pakan dan tempat minum rusa.

Adapun sarana dan prasarana pendukung yang akan dipersiapkan kedepan antara lain sebagai berikut  :

 

No.

Uraian

Satuan

Jumlah

1.

Gudang pakan ternak

Unit

1

2.

Kandang rearing(pemeliharaan)

Unit

1

3.

Kebun rumput dalam pad dock

Ha

5

4.

Kebun rumput di luar pad dock

Ha

5

5.

Kendaraan roda 4 dan roda 2

Unit

2

6.

Jaringan air dan listrik

Unit

1

7.

Kandang jepit

Unit

1

8.

Tempat bernaung

Unit

1

9.

Box pengangkut

Unit

2

10.

Anjungan

Unit

2

Saat ini 4 (empat) ekor Rusa Sambar (Cervus unicolor) telah berada di dalam kandang penangkaran. Dan kurang lebih 3 minggu lalu juga telah lahir 1 (satu) ekor rusa sehingga jumlah rusa semuanya menjadi  5 (lima) ekor. UPT Taman Hutan Raya Sultan Adam juga telah merekrut 2 (dua) orang petugas yang khusus mengelola dan memelihara penangkaran rusa. Mereka berasal dari masyarakat lokal, hal ini sekaligus merupakan upaya UPT Taman HUtan Raya Sultan Adam dalam memberdayakan masyarakat lokal. Saat ini juga mulai dikembangkan hijauan makanan ternak yang bisa menjadi makanan utama rusa antara lain rumput gajah, rumput setaria, king grass, jagung, kangkung, nangka dan lain-lain yang akan terus dikembangkan kedepannya. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi rusa juga disiapkan makanan tambahan berupa bekatul, buah-buahan dan lain-lain. Sedangkan untuk memantau dan menjaga kesehatan rusa UPT Taman Hutan Raya Sultan Adam bekerjasama dengan petugas Dokter Hewan yang berasal dari Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan yang mengagendakan secara rutin memeriksa kondisi kesehatan rusa.

Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan penangkaran rusa, pengelola penangkaran rusa juga telah ditugaskan secara khusus untuk belajar mengenai pengelolaan penangkaran rusa. Kegiatan penyerapan informasi mengenai penangkaran rusa ini dilaksanakan di penangkaran rusa di Hutan Penelitian Dramaga yang dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kementerian Kehutanan di Bogor.  Di lokasi ini pengelola belajar bagaimana mengelola sebuah penangkaran rusa, mulai dari sarana prasarana yang harus ada dalam penangkaran, pemberian makanan, perlakuan khusus terhadap rusa dalam kondisi tertentu, jenis-jenis makanan yang bisa diberikan kepada rusa, pemotongan dan pemanfaatan velvet dan sebagainya. Pengelola banyak belajar kepada Ir. Didik Purwirto, MP, Ir. Maria Takadjanji, M. Si., Dr. Ir. Garsetiasih, M. Si., Lukman S. Hut., MP dan petugas lapangan penangkaran yang telah memiliki  segudang pengalaman dalam pengelolaan rusa.

Seperti dikemukakan terdahulu, bahwa rusa dapat memberikan manfaat bagi kepentingan manusia apabila dikelola secara baik dalam arti dibudidayakan, tentunya diawali dengan upaya penangkaran. Rusa mempunyai potensi ekonomi tinggi, karena hampir seluruh bagian tubuh dapat dimanfaatkan antar lain, rangga muda (velvet) sebagai bahan baku obat tradisional non kimia, rangga tua (antler) sebagai bahan baku industri, daging sebagai sumber protein dan kulit sebagai bahan baku industri.

Sasaran pengembangan rusa di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam adalah sebagai pendukung pengembangan wisata alam dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di dalam dan sekitar hutan. Melalui produk yang dihasilkan berupa daging dan produk-produk sampingan yang lain, seperti rangga muda (velvet) dapat diolah menjadi kapsul velvet yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Pengembangan penangkaran rusa ke depan ke arah usaha komersial (agribisnis) merupakan peluang yang cukup menantang dan tidak tertutup kemungkinan penangakran yang saat ini masih kecil akan berkembang menjadi sebuah penangkaran yang besar yang memiliki andil besar juga dalam upaya pelestarian salah satu spesies rusa yang habitatnya ada di Kalimantan.

 

*)  Kepala Seksi Perlindungan Taman Hutan Raya Sultan Adam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>