W-BRIDGE BIODIVERSITY REFORESTATION PROJECT DI TAMAN HUTAN RAYA SULTAN ADAM Oleh : Alip Winarto, S. Hut. M. Si. *)

W-BRIDGE merupakan singkatan dari Waseda-Bridgestone Initiatif for Development of Global Environment. Maksudnya adalah sebuah inisiatif bersama antara Universitas Waseda salah satu universitas di Jepang dengan perusahaan Bridgestone untuk membangun lingkungan global. Salah satu kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan adalah pengembangan W-Bridge Model yang merupakan salah satu model rehabilitasi pada lahan yang rusak (marginal) untuk kepentingan masyarakat lokal di Pulau Lompok Provinsi Nusa Tenggara Barat. Model ini kemudian selanjutnya dikembangkan di Taman Hutan Raya Sultan Adam yang memiliki lebih dari 46.000 Ha lahan kritis yang perlu dilakukan rehabilitasi.

Identifikasi jenis tanah oleh Nakama dari JIFPRO dan Dr. Osumi dari Waseda University

Taman Hutan Raya Sultan Adam merupakan aset penting bagi Kalimantan Selatan saat ini merupakan salah satu kawasan konservasi yang dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Sejak 2009 Taman Hutan Raya Sultan Adam dikelola secara khusus oleh UPT Taman Hutan Raya Sultan Adam. Sejak tahun 2010 melalui  telah dilakukan dengan membentuk sabuk hijau (green corridor) yang terletak Desa Mandiangin Timur yang tertuang dalam sebuah Project Agreement. Project Agreement ini ditandatangani oleh JIFPRO Centre, Environmental Ecology Laboratory Faculty of Science Waseda University dan Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dengan nama “W-Bridge Biodiversity Reforestation Project” pada tanggal 23 September 2010.

W-Bridge Biodiversity Reforestation Project” memiliki beberapa tujuan. Pertama, guna menambah keanekaragaman hayati di Taman Hutan Raya Sultan Adam dan pengurangan lahan yang terdegradasi. Kedua, sebagai salah satu model dalam pendidikan lingkungan. Ketiga, sebagai salah satu bentuk kontribusi dan promosi kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Jepang. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam “W-Bridge Biodiversity Reforestation Project” ini adalah berupa pengadaan bahan, peralatan dan kegiatan fisik lapangan. Kegiatan fisik lapangan berupa kegiatan penanaman tanaman pokok seluas 10 Ha atau kurang lebih 13.200 batang. Jenis tanaman pokok yang ditanam terdiri dari Akasia mangium (Acacia mangium), Mahoni (Swietenia mahagoni), Karet (Hevea brasiliensis), Angsana (Pterocarpus indicus). Disamping itu juga berupa pembuatan sekat bakar seluas kurang lebih 2,96 Ha yang dibuat mengelilingi blok dengan lebar 20 meter dengan jenis tanaman Gamal (Gliricidia sepium). Sayang hasil penanaman ini terbakar pada bulan Agustus 2011 sehingga lebih dari 85% tanaman mati dan perlu dilakukan penanaman kembali.

W-Bridge Biodiversity Reforestation Project” dilanjutkan pada tahun 2012 melalui Project Agreement yang ditandatangani oleh JIFPRO Centre, Environmental Ecology Laboratory Faculty of Science Waseda University dan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat yang ditandatangani pada tanggal  1 Pebruari 2012 dan 6 Pebruari 2012. Lokasi proyek adalah eks lokasi proyek tahun 2011 yang terbakar. Realisasi fisik di lapangan berupa tanaman pokok seluas 12 Ha dengan jenis tanaman Akasia mangium (Acacia mangium), Mahoni (Swietenia mahagoni), Kasturi (Mangifera casturi), Angsana (Pterocarpus indicus) dan Matoa (Pometia pinnata). Disamping itu juga berupa pembuatan sekat bakar seluas kurang lebih 2,96 Ha yang dibuat mengelilingi blok dengan lebar 20 meter dengan jenis tanaman Gamal (Gliricidia sepium) dan menghubungkan antara tanaman hasil project dengan hutan alam yang sepanjang kurang lebih 300 meter.

Berdasarkan pengalaman pada tahun 2011, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dalam proyek ini juga dilaksanakan pengadaan sarana prasarana kebakaran sederhana berupa kepyok, mesin pompa air, selang pemadam kebakaran, pondok kerja dan pembuatan sekat bakar jalan selebar 8 meter. Upaya lain yang dilakukan berupa patroli pengendalian kebakaran secara intensif, penempatan petugas lapangan yang secara rutin memantau kondisi di lapangan serta penyuluhan kepada masyarakat dan pengunjung Taman Hutan Raya Sultan Adam untuk tidak membakar dan melakukan aktifitas yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan.

W-Bridge Biodiversity Reforestation Project”  diharapkan dapat memotivasi pihak-pihak lain baik lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah, untuk memberikan kontribusi menyelamatkan Tahura Sultan Adam. Masih banyak pihak yang seharusnya memberikan kontribusi dalam menyelamatkan Taman Hutan Raya Sultan Adam karena secara langsung atau tidak langsung sudah mengambil dan mendapatkan manfaat dengan keberadaan Taman Hutan Raya Sultan Adam. Upaya penyelamatan Taman Hutan Raya Sultan Adam bukan semata-mata tugas institusi kehutanan. Oleh karena itu pola kolaborasi dan sinergi yang baik antara state, civil society dan private sector sangat menentukan keberhasilan penyelamatan Taman Hutan Raya Sultan Adam.

*) Kepala Seksi Perlindungan Taman Hutan Raya Sultan Adam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>