MENANAM POHON MEMBANGUN HUTAN Oleh : Alip Winarto, S. Hut., M. Si.*)

Dunia internasional mengakui bahwa hutan tropis Indonesia berperan besar dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global melalui penyediaan jasa lingkungan berupa penyerapan emisi dan peningkatan cadangan karbon dari hutan yang ada. Hutan seluas kurang lebih 130 juta Ha tersebut mampu menyerap emisi karbon secara signifikan dan menjadi cadangan karbon yang cukup besar. Sayangnya, deforestasi, degradasi dan kebakaran hutan dan lahan sulit dihindari dan terus menerus terjadi. Dampaknya adalah terciptanya lahan-lahan kritis baru, sementara kegiatan rehabilitasi yang dilakukan selama ini belum menunjukkan hasil yang nyata. Jika dibiarkan berlarut-larut maka cadangan karbon akan semakin menipis dan sementara sumber emisi karbon karena melepas CO2akibat deforestasi, degradasi dan kebakaran hutan menjadi semakin besar.

Data pada Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan (2011) menunjukkan bahwa lahan kritis yang memerlukan perhatian serius semua elemen untuk segera direhabilitasi tidak kurang dari 27 juta Ha. Salah satu upaya untuk mengatasi terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global antara lain dengan memperbanyak menanam pohon sehingga mampu menyerap unsur-unsur gas berbahaya. Untuk melestarikan hutan yang ada agar tetap berfungsi baik disamping dengan cara mencegah dan meminimalisir kegiatan yang merusak hutan, perlu dilakukan penanaman dan pemeliharaan tanaman melalui kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) dengan berbagai pola.

Pemerintah dalam beberapa periode pemerintahan telah melaksanakan program RHL dengan berbagai pola. Kegiatan ini berupa penanaman pohon berskala besar maupun yang bersifat gerakan untuk mendorong segenap elemen di negeri ini memiliki kepedulian dan budaya menanam pohon. Misalnya melalui program Penghijauan Nasional, Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan), Kampanye Indonesia Menanam, Kecil Menanam Dewasa Memanen (KMDM), One Man One Tree (OMOT), One Billion Indonesian Trees (OBIT), Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR), RHL Kawasan Konservasi, Kebun Bibit Rakyat (KBR), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa, Hutan Kota, Hutan Rakyat (HR) dan sebagainya. Keharusan melaksanakan rehabilitasi lahan kritis bagi para pemegang Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) baik di dalam maupun di luar lokasi IPPKH juga merupakan program pemerintah guna mempercepat pengurangan lahan kritis.

Di tingkat global negara-negara maju yang sebagian besar merupakan negara-negara industri dan sekaligus penyumbang CO2 cukup besar, berkeinginan untuk menghargai hutan sebagai penghasil O2 melalui skema Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD). Saat ini REDD telah menjadi menjadi REDD+ merupakan mekanisme global yang  memiliki tujuan untuk memperlambat perubahan iklim dengan memberikan kompensasi kepada negara-negara berkembang untuk melindungi hutannya. Hal ini seharusnya juga memacu kita semua untuk membangun kembali hutan kita menjadi lebih baik khususnya yang sudah mengalami penurunan kualitas dan kuantiítas cukup signifikan dengan menanam dan memelihara pohon, baik dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan yang memungkinkan untuk dilakukan penanaman. Sementara itu kita juga harus lebih arif dan bijaksana dalam memanfaatkan hutan yang ada.

 

Hutan memiliki peran penting bagi umat manusia. Hutan seharusnya tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi kayu saja, tetapi juga dilihat sebagai penghasil O2, fungsi mempertahankan kualitas udara, mengendalikan tata air, pengendali iklim mikro dan global, penyedia jasa wisata lingkungan dan lain-lain. Sampai kapanpun peran hutan dalam hal-hal tersebut di atas tidak mungkin tergantikan oleh sumber daya yang lain. Sayangnya potensi hutan Indonesia semakin berkurang dari masa kemasa oleh aktivitas berlangsung secara legal dan illegal. Untuk keperluan sektor kehutanan maupun non kehutanan. Perlahan tapi pasti, keanekaragaman hayati yang dikandung oleh hutan dihadapkan pada penurunan kuantitas dan kualitas.

Eksistensi hutan sangat tergantung pada kearifan umat manusia dalam memperlakukan dan memanfaatkan sumber daya hutan dan seisinya sebagai anugerah Sang Pencipta. Manusia merupakan makhluk hidup paling beradab, sudah seharusnya menjalankan peran kunci dalam menentukan kelestarian hutan. Baik buruknya hutan sangat ditentukan oleh perilaku manusia. Semestinya kita menunjukkan kepedulian dengan berperan aktif menjaga berbagai siklus alam agar tetap alami. Kita dapat melakukan gerakan menanam pohon dan memeliharanya, melakukan perlindungan dan memanfaatkan sumber daya hutan secara bijaksana baik secara perorangan maupun kelompok. Upaya yang dilakukan oleh lembaga pemerintah dan non pemerintah guna mendorong dan memfasilitasi kegiatan pelestarian hutan harus didukung oleh semua komponen bangsa. Kewajiban melestarikan hutan sejatinya tidak hanya tugas pemerintah saja.

 

Kalau saja satu manusia di muka bumi melakukan gerakan menanam dan memelihara satu pohon. Berarti, satu manusia telah menyumbang sebuah mesin dan produsen O2. Kalau di muka bumi terdapat lima miliar manusia, maka akan tercipta lima miliar pohon baru yang nantinya dapat berfungsi sebagai pensuplai O2 bagi semua organisme di muka bumi ini. Satu pohon yang ditanam dan dipelihara sampai hidup akan menghasilkan O2 bersama pohon-pohon lainnya. Secara tidak langsung kita telah memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki kualitas lingkungan dan atmosfer, mencegah pemanasan global, menjaga tata air, mencegah banjir dan membuat kita bernafas lega. Sekarang ini merupakan saat yang tepat untuk bertindak bukan sekedar berbicara mengenai pentingnya menanam demi keselamatan bumi dan negeri ini, tetapi perlu aksi nyata menanam dan memelihara pohon secara massal baik di dalam maupun kawasan hutan. Mari menanam dan memelihara pohon, membangun hutan.

 

*) Kepala Seksi Perlindungan Tahura Sultan Adam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>