Tag Archives: Kehutanan

Menteri Siti Nurbaya Rapat Soal Hutan dengan Belasan LSM

Jakarta – Hutan menjadi perhatian serius dalam pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar membuat forum rapat untuk mendengarkan berbagai perspektif dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Rapat dengan sekitar 14 LSM yang menaruh perhatian kepada problem kehutanan berlangsung Gedung Manggala Wanabhakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Sejumlah LSM yang ikut rapat antara lain Greenpeace Indonesia, Epistema Institute, Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM), Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis (HuMa), Bali Focus, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman), Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK), dan banyak lagi.

Siti Nurbaya yang mengenakan kemeja dinas warna biru tua menyimak sambil mencatat penyampaian pandangan dari berbagai LSM. ‎Salah satu problema kehutanan terkait masyarakat adat dikemukakan oleh LSM Aman.

‎”Ada beberapa anggota komunitas adat dipenjarakan karena tinggal di hutan, punya masalah dengan perkebunan sawit, dan sebagainya. Ada persoalan tenurial (pendudukan) yang belum selesai, kita perlu perjelas dulu hak-hak tenurial,” kata salah seorang aktivis dari Aman.

Siti Nurbaya mencatat ada ada 45 poin penting dari rapat ini. Poin-poin ini akan ditindaklanjuti dan didalami. Siti menggarisbawahi apa yang Jokowi-JK ingin pertegas terkait problem Kehutanan.

Mengerem Deforestasi Melalui Akasia Unggul

FORDA (Bogor, 11/08/2014)_”Acacia mangium” merupakan salah satu jenis pohon andalan dalam pembangunan Hutan Tanaman Industri di Indonesia. Saat ini telah dibangun lebih dari 1 juta hektar HTI ”Acacia mangium” yang banyak tersebar di Sumatera dan Kalimantan. ”A.mangium” telah mendorong jenis tanaman ini menjadi salah satu andalan dalam pengembangan hutan rakyat.

Hal itu sejalan dengan perkembangan teknologi pengolahan kayu. Diversifikasi produk industri kehutanan berbahan baku kayu Acacia mangium itu bisa untuk suplai bahan baku industri kayu pertukangan. Peningkatan kebutuhan bahan baku berbasis kayu A.mangium yang cukup tinggi, baik untuk industri pulp, kertas, maupun pertukangan, telah mendorong perlunya upaya peningkatan produktivitas tegakan.

Community Based Commercial Forestry (CBCF): ”Strategi Kunci Pengembangan Sektor Kehutanan”

FORDA (Yogyakarta, 29/8/2014)_Sebagai salah satu upaya meningkatkan penghidupan petani dari sumber pertanian kayu, serta sebagai tugas utama dari lembaga penelitian, universitas, pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat untuk menemukan masalah di tingkat tapak serta mencarikan strategi terbaik, maka Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (FORDA), Center for International Forestry Research (CIFOR) serta para mitra organisasi melakukan pertemuan final proyek Community-Based Commercial Forestry (CBCF) yang bertujuan untuk menyampaikan rekomendasi-rekomendasi kebijakan hasil penelitian bersama di daerah Gunungkidul, Pati, Sumbawa, Bulukumba, dan Konawe Selatan kepada publik, termasuk media sebagai perangkat penting penyebaran luasan informasi masa di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta pada hari Selasa (27/08).

Peserta yang datang sebanyak 81 orang, yang terdiri dari Kapusprohut, Kepala Dinas Kehutanan DIY, ACIAR, ICRAF, CIFOR, UGM, BPDASPS, BUK, BP2SDMK, Pusdal Regional 2, Pushumas, Bappeda Propinsi DIY, Dinas Kehutanan Jawa Tengah, UPT lingkup Badan Litbang Kehutanan, Dinas Kehutanan Gunungkidul, Pati, Bulukumba, Konawe Selatan, Sumbawa, BPDAS Pemali Jratun, BPDAS Opak Serayu Progo, ANU, University of Queensland, Melbourne University, CSIRO, CV Dipantara, NGO Arupa, NGO Shorea dan beberapa petani hutan rakyat dari beberapa daerah di Indonesia.

Data Kementerian Kehutanan tahun 2009 memperlihatkan bahwa luas hutan rakyat mencapai 3,589,434 ha dengan potensi standing stock 125,627,018 m³ sementara potensi yang dapat dipanen mencapai 20,937,836 m³ per tahun. Peningkatan luas areal hutan rakyat dan potensi kayunya tidak dapat dilepaskan dari peran dan partisipasi masyarakat petani. Pembangunan hutan rakyat sendiri mengalami perkembangan pesat pada tahun 1990-an, demikian Sambutan Kabadan Litbang Kehutanan, yang diwakili oleh Kapusprohut, Dr. Ir. Bambang Tri Hartono, M.F.