Tahura Sultan Adam (SA) gelar pertemuan peningkatan kelas Kelompok Tani Hutan (KTH) Muara Pamaton pada Kamis (5/3/2026) kemarin. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan dan mendukung proses penilaian dalam rangka peningkatan kelas KTH, sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan serta pengembangan kapasitas kelompok tani hutan di kawasan Tahura Sultan Adam.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Kehutanan (PK) dan penyuluh kehutanan lingkup Tahura Sultan Adam, pengurus dan anggota KTH Muara Pamaton, serta Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) Desa Kiram. Hadir pula sebagai narasumber Kepala Seksi Penyuluhan Kehutanan dari Dinas Kehutanan Kalsel, Subhan Fahrani. Dalam kesempatan itu, Koordinator Penyuluh Kehutanan, Riza Ali, memaparkan profil KTH Muara Pamaton, mulai dari sejarah berdiri, struktur organisasi, hingga berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan seperti pengelolaan Kebun Bibit Rakyat (KBR), pengelolaan wisata berbasis kerja sama, konservasi anggrek, serta budidaya madu kelulut.
Ketua KTH Muara Pamaton menyampaikan apresiasi kepada Tahura Sultan Adam atas dukungan dan pendampingan yang selama ini diberikan sehingga kelompok dapat terus berkembang. Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan Kehutanan, Subhan Fahrani, menjelaskan bahwa peningkatan kelas KTH merupakan target pembinaan Dinas Kehutanan, meskipun bukan menjadi kewajiban mutlak bagi kelompok. Penilaian dilakukan berdasarkan ketentuan Peraturan Kepala BP2SDM Nomor P.4/PSDM/SET/KUM.1/10/2018 yang mencakup penguatan kelembagaan, pengelolaan kawasan, serta pengembangan usaha. Kelas KTH sendiri menjadi indikator tingkat kemandirian kelompok dalam mengelola kawasan hutan.
Selain pemaparan materi, pertemuan juga diisi dengan diskusi mengenai pemanfaatan hasil penanaman bibit KBR di dalam kawasan serta skema pengelolaan tanaman melalui kemitraan sesuai kaidah konservasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pengelolaan usaha KTH berupa pemecahan koloni stup madu kelulut yang dipandu oleh PKSM Desa Kiram, Masrani, sebagai bagian dari penguatan kapasitas ekonomi kelompok berbasis hasil hutan bukan kayu. (yf/tahura)
Comments (0)
Leave Comment